Buku ini menceritakan tentang Lusi dan keluarganya berkunjung ke rumah sepupunya Sandra yang dekat dengan perkebunan teh. Selain menikmati udara sejuknya, ternyata Lusi punya misi lain. Tepat tengah malam Lusi mengajak Sandra pergi ke kebun teh.
Jika pembunuhan adalah satu-satunya yang pasti, maka ketidakpastian akan dimiliki oleh waktu. Karena pada detak ke sekian, aku mendapati diriku jatuh cinta pada seseorang yang tidak ingin secara egois aku miliki. Lalu kita, diselundupkan dalam kala, sebagai pengantar pesan utusan semesta.